Selasa, 28 Februari 2012

Memperbaiki engine dan komponen-komponenya


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Deskripsi
Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR. 20-001-2 B membahas tentang prosedur perawatan/servis engine gasoline/motor bensin secara berkala.
      Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini, akan mudah mempelajari  kompetensi yang lainnya, terutama yang terkait dengan perbaikan engine. Dalam dunia perotomotifan, perawatan/servis engine secara berkala dikenal dengan sebutan Tune-up engine.
Setelah melaksanakan modul ini diharapkan siswa dapat memahami  prosedur perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya, serta dapat melakukan perawatan/servis engine dan komponen-komponennya secara berkala. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan perawatan/servis engine secara berkala, sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan.
Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1   prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponen-komponennya secara berkala dan kegiatan belajar 2 prakteik perawatan/servis engine gasoline dan komponen-komponennya secara berkala.

B.   Prasyarat
Sebelum memulai modul ini, siswa harus sudah menyelesaikan modul OPKR.10-016 B tentang K3,  OPKR. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja, modul OPKR. 10-010 B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur modul OPKR. 20-001-1 B Prinsip kerja engine dan identifikasi komponen-komponen engine, serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih awal sesuai dengan peta kedudukan modul.

C.   Petunjuk Penggunaan Modul
1.    Petunjuk Bagi Siswa
Untuk  memperoleh  hasil  belajar  secara  maksimal   dalam   mempelajari materi modul ini, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:
a.    Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian  materi yang ada  pada  kegiatan  belajar.  Bila  ada   materi  yang  kurang jelas, siswa dapat bertanya pada guru yang  mengampu  kegiatan belajar tersebut. Kerjakanlah setiap  tugas  formatif  (soal  latihan)  untuk mengetahui   seberapa   besar   pemahaman   yang   telah  dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
b.    Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlah hal-hal berikut ini:
1)    Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan.
2)    Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.
3)    Sebelum melaksanakan praktik, siapkan alat dan bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja).
4)    Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar
5)    Untuk melakukan kegiatan belajar praktik yang belum jelas, harus meminta ijin guru lebih dahulu.
6)    Setelah selesai praktik, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
c.     Siswa dinyatakan lulus,  bila  sudah  dapat  menjawab  seluruh  soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban, serta dapat melakukan praktik sesuai standar minimal  yang  ditentukan. Bila belum berhasil siswa wajib mengulang.
d.    Bila siswa sudah  dinyatakan  berhasil,  siswa  bersama  guru  dapat membuat rencana uji  kompetensi   dengan  menghadirkan  lembaga sertifikasi profesi setempat yang telah  diakui keberadaannya,  untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat.
e.    Konsultasikan dengan guru pada saat merencanakan proses belajar, saat menemui  kesulitan  dalam  menjawab  soal-soal  maupun saat  melakukan praktik,  ataupun  bila memerlukan sumber  belajar yang lain. Dapat mengkomunikasikan dengan guru bila membutuhkan pendamping dari industri pada saat belajar, juga saat akan mengerjakan modul berikutnya.

2.    Petunjuk Bagi Guru
Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk:
a.    Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
b.    Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
c.     Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya.
d.    Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
e.    Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
f.     Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.
g.    Mencatat hasil kemajuan belajar siswa.
h.    Melaksanakan penilaian internal.
i.      Menjelaskan pada siswa apabila ada yang perlu dibenahi dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran berikutnya.



D.   Tujuan Akhir
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan:
1. Memahami prosedur perawatan/servis engine bensin dan komponennya. 
2. Dapat melakukan pekerjaan perawatan/servis engine bensin secara berkala.

E.    KOMPETENSI

SUB KOMPETENSI
KRITERIA KINERJA
LINGKUP BELAJAR
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SIKAP
PENGETAHUAN
KETRAMPILAN
1.Memelihara/servis engine dan komponen-komponennya
*Pemeliharaan/servis engine
dan komponen-komponennya
dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya.
*Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik.
*Seluruh kegiatan servise,baik proses,hasil data harus sesuai SOP,K3
*Komponen-komponen engine yang perlu diperiksa/ diservis.

*Data spesifikasi pabrik.

*Prosedur pemeliharaan/ servis.
*Menerapkan
SOP dalam pemeliharaan/servis engine dan komponennya.

*Menerapkan  K3.

*Melaksanakan kegiatan yang komplek dan tidak rutin, menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya.
*Prosedur pemeliharaan/
servis.
*Persyaratan keamanan peralatan/ komponen.
*Persyaratan keamanan  dan keselamatan diri.

*Melakukan perawatan/
servis engine dan komponennya.

F.    Cek Kemampuan AWAL
Sebelum siswa mempelajari modul ini, siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif. Bila siswa merasa dapat mengerjakan soal-soal formatif, guru pembimbing dapat melakukan tes kepada siswa yang bersangkutan dan bila hasilnya benar pembimbing dapat menyediakan bagi siswa tersebut modul berikutnya. Tetapi bila siswa belum bias, maka harus melanjutkan mempelajari modul ini.



































BAB II
PEMELAJARAN
 
A.   Rencana Belajar Siswa
Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Jenis Kegiatan
Tanggal
Waktu
Tempat Belajar
Alasan Perubahan
Paraf Guru
1.  Prosedur perawatan/servis engine bensin.





2.  Melakukan perawatan/servis engine bensin.







B.   Kegiatan Belajar
Kegiatan Belajar 1: Prosedur Perawatan/servis Engine Bensin
a.    Tujuan Kegiatan Belajar
Siswa dapat menjelaskan komponen-komponen yang memerlukan perawatan, serta prosedur perawatan engine bensin.
b.    Uraian Materi
Prosedur Perawatan Engine Bensin
Engine yang sudah  dioperasikan  akan  mengalami  perubahan fisik pada komponen-komponennya seperti pada: blok motor, kepala silinder, mekanik katup,  poros engkol,  kelengkapan piston,  poros nok dan  yang lainnya. Perubahan fisik tersebut  dapat mengganggu kinerja engine. Untuk mengatasi hal  tersebut perlu  dilakukan  perawatan  secara rutin/berkala, agar tingkat perubahan  yang  terjadi  dapat  ditekan   seminimal mungkin. Perawatan rutin komponen-komponen  engine  dilakukan  tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas,  tetapi pada sistem-sistem   yang    mendukung    kinerja    engine.     Pada    industri perotomotifan perawatan  rutin  terhadap   komponen-komponen  engine disebut dengan Tune-up engine. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi:     

1.    Perawatan Sistem Pendinginan
Gangguan  pada  sistem  pendinginan  secara   umum  akan berakibat meningkatnya  suhu  kerja  engine  yang  akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga  berkurang, bahan bakar boros, komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi:

a)    Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin
Periksa ketinggian  air   pendingin   yang   terdapat   pada   tangki Penampungan (Reservoir). Jika tinggi air kurang isilah hingga garis FULL.


 












Gambar 1. Pemeriksaan tinggi air



b)    Memeriksa kondisi air pendingin
Periksalah air pendingin kemungkinan kotor terdapat karat atau tercemar oli.
 











Gambar 2. Pemeriksaan kondisi air pendingin

c)     Memeriksa sistem pendinginan
Periksalah kemungkinan terjadi:
1)    Kerusakan fisik pada radiator atau slang radiator.
2)    Kerusakan pada klem slang radiator.
3)    Kisi-kisi radiator berkarat.
4)    Kebocoran pada pompa air, pipa radiator (core),penguras.

 












Gambar 3. Pemeriksaan sistem pendinginan



d)    Memeriksa kerja tutup radiator
Dengan menggunakan alat tes tutup radiator (Radiator cap tester) periksalah kondisi pegas dan katup vakum dari tutup radiator. Tutup perlu diganti bila tekanan pembukaan dibawah angka spesifikasi pabrik, atau jika secara fisik rusak.
Tekanan pembukaan katup :
STD : 0,75 – 1,05 kg/cm2
Limit : 0,6 kg/cm2
(sesuaikan dengan ketentuan manual)
 













Gambar 4. Pemeriksaan kerja tutup radiator

e)    Memeriksa tali kipas
1)    Tali kipas diperiksa secara visual kemungkinan terjadi: Retak, perubahan bentuk,  aus atau  terlalu keras. terkena oli atau paslin/grease.
2)    Persinggungan yang tidak sempurna antara tali dan puli.







                                                        
 











Gambar 5. Pemeriksaan tali kipas secara visual

f)     Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas
Dengan tekanan 10 kg/cm2, tekan tali seperti pada gambar defleksi/kelenturan tali :
Pompa air – Alternator : 7 – 11 mm
Engkol – Kompressor : 11 – 14 mm
Bila tidak memenuhi spesifikasi pabrik lakukan penyetelan tali kipas dengan SST penyetel tali kipas.
Tegangan tali kipas :
Baru : 100 – 150 Lbs
Lama          : 60 – 100 Lbs.
(sesuaikan dengan ketentuan manual)













Gambar 6. Pemeriksaan tegangan tali kipas
 












Gambar 7. Penyetelan tegangan tali kipas

2.    Membersihkan saringan udara/Air filter
Gangguan pada saringan udara akan berakibat tenaga engine berkurang dan bahan bakar boros. Adapun prosedur perawatannya seperti berikut:
a)    Melepas saringan udara dari engine. Jangan sampai ada benda yang masuk ke karburator.
b)    Hembuskan tekanan udara dari sisi dalam elemen.
c)    Bila elemen rusak atau terlalu kotor supaya diganti.

 












Gambar 8. Membersihkan elemen saringan udara




3.    Memeriksa Baterai
Kemampuan kerja baterai akan mengalami penurunan seiring dengan pemakaian. Kinerja baterai yang kurang baik akan menyebabkan: sulit untuk menstarter engine, gangguan pada sistem penerangan dan peralatan tambahan (assesoris).
Perawatan baterai meliputi:

a)    Pemeriksaan secara visual:
Periksa baterai kemungkinan:
1)    Penyangga baterai berkarat.
2)    Terminal longgar, berkarat atau rusak.
3)    Kotak baterai rusak atau bocor.

 

                   

                            







Gambar 9. Pemeriksaan baterai secara visual

b)    Mengukur berat jenis elektrolit
1)    Memeriksa berat jenis baterai dengan hydrometer
       Berat jenis : 1,25 – 1,27 pada suhu 200 C
2)    Periksa jumlah elektrolit pada setiap sel. Ketinggian elektrolit harus berada antara garis Uper level dan lower level.




 












Gambar 10. Pemeriksaan elektrolit baterai

4.    Memeriksa Sistem Pelumasan
Sistem pelumasan merupakan bagian vital pada engine. Gangguan pada sistem pelumasan akan berakibat: suhu engine meningkat berlebihan, komponen-komponen engine cepat aus dan tenaga mesin akan terasa berkurang. Perawatan pada sistem pelumasan meliputi:
a)    Memeriksa tinggi oli
Tinggi oli harus berada antara garis L dan F, bila kurang harus ditambah, periksalah kemungkinan ada kebocoran, dan   perbaikilah.

 













Gambar 11. Pemeriksaan tinggi oli

b)    Memeriksa kondisi oli
Periksa oli kemungkinan kotor, tercemar air atau sudah berubah warna karena terbakar.
 













Gambar 12. Pemeriksaan kondisi oli

c)     Mengganti saringan oli (oil filter)
1)    Membuka saringan oli dengan SST.
2)    Pasang saringan oli baru  dengan tangan sampai kencang.
3)    Hidupkan mesin dan periksa kebocoran.
4)    Matikan mesin dan periksa tinggi oli, bila kurang ditambah.

 











Gambar 13. Melepas saringan oli



 











Gambar 14. Memasang saringan oli

5.    Memeriksa, membersihkan dan menyetel busi
Busi adalah komponen yang memberikan loncatan api untuk proses pembakaran. Bila busi kotor, rusak akan berakibat: tenaga engine kurang, engine tidak dapat idel, pincang dan sulit distarter. Perawatan busi meliputi:
a)    Pemeriksaan busi secara visual
1)    Kemungkinan retak, kerusakan pada ulir atau isolator.
2)    Keausan pada elektroda.
3)    Gasket rusak atau berubah bentuk.
4)    Elektroda terbakar atau kotor berlebihan.


 










Gambar 15. Pemeriksaan busi secara visual



b)    Membersihkan busi
1)    Jangan menggunakan pembersih busi terlalu lama.
2)    Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara tekan
3)    Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator.

 













Gambar 16. Membersihkan busi

c)    Menyetel celah busi
Memeriksa semua celah busi dengan alat pengukur celah. Jika diperlukan setelah celah busi dengan membengkokkan elektroda busi.
 













Gambar 17. Penyetelan celah busi
6.    Memeriksa kabel tegangan tinggi
Gangguan kabel tegangan tinggi pengapian akan berakibat: engine sulit distarter, tidak dapat idel, pincang dan tenaga kurang. Hal ini dapat terjadi karena tahanan kabel menjadi sangat besar. Periksalah semua kabel tegangan tinggi tahanan kabel: kurang dari 25 kW.
 














Gambar 18. Cara melepas kabel busi


 















Gambar 19. Cara memeriksa tahanan kabel busi



7.    Distributor
Gangguan pada distributor akan berakibat kinerja sistem pengapian tidak sempurna, yang akhirnya akan mengganggu kinerja engine: engine sulit distart, tenaga kurang, panas berlebihan dan komponen-komponen utama engine cepat rusak. Adapun perawatannya meliputi:
a)    Memeriksa tutup distributor
Periksa tutup distributor serta rotor dari kemungkinan:
1)    Retak, berkarat, kotor atau terbakar.
2)    Terminal-terminal kotor atau terbakar.
3)    Pegas karbon terminal tengah lemah atau macet.


 










Gambar 20. Pemeriksaan tutup distributor

b)    Menyetel celah platina atau celah udara
1)    Jika platina aus, rusak atau terbakar ganti yang baru.
2)    Stel celah platina : celah blok : 0,45 mm
3)    Stel celah udara antara rotor dan proyeksi koil (pengapian elektronik). Celah udara : 0,2 – 0,4 mm







 












Gambar 21. Cara penyetelan platina atau celah udara

c)     Memeriksa sudut Dwell
Periksa sudut dwell dengan Dwell tester.
Sudut dwell : 50 0 – 54 0

 











Gambar 22. Pemeriksaan sudut dwell

d)    Memeriksa saat pengapian
Stel putaran mesin pada putaran idel, oktan selector pada posisi standar. Pada putaran maksimal 950 Rpm saat pengapian antara 50 –15 0 sebelum TMA (sesuaikan dengan spesifikasi pabrik).
Penyetelan pengapian dengan merubah posisi distributor serta menggunakan alat Timing light.


Jangan menyetel dengan Oktan selector.


 














Gambar 23. Penyetelan saat pengapian

e)    Memeriksa kerja governor advancer
1)    Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah putaran rotor dan dilepas.
2)    Rotor tidak boleh terlalu kendor.